Tentang

Tentang Desa Suwa'an

 
Balai Desa

                Di kecamatan Modung, kabupaten Bangkalan terdapat beberapa desa, salah satunya yaitu desa Suwa'an yang berbatasan dengan desa Brakas Dajah di sisi barat, desa Langpanggeng di sisi timur, desa Kajuanak di sisi utara, dan di sisi selatan langsung menghadap selat Madura. Desa suwa'an terdiri dari 5 dusun, yaitu Lon Ombul, Ger Beddih, Monjut, Sumur Nangka, dan sum - ro'om. Masyarakat desa Suwa'an terdiri dari 3 kategori, pertama yaitu terdapat orang tua, kedua kategori muda, dan ketiga anak – anak. Penduduk desa suwa'an mayoritas bekerja sebagai petani dan minoritas yang bekerja sebagai nelayan walaupun berbatasan langsung ke selat Madura. Penghasilan utama desa Suwa'an yaitu dari segi pertanian. Tanaman yang dihasilkan adalah  jagung, padi, singkong, kacang, mangga, dan nangka. Desa Suwa'an memiliki jiwa religius, hal ini bisa dibuktikan bahwa anak – anak usia SD sederajat diharuskan mengikuti sekolah Madrasah pada siang hingga sore hari, disamping pagi hari mengikuti pendidikan umum.

 
               SMP AT-THOLHAWIYAH

 Di desa Suwa'an memiliki lembaga pendidikan yaitu satu Pondok Pesantren, tiga Sekolah Dasar, dua Madrasah Ibtidaiyah, dua Sekolah Menengah Pertama,  satu Madrasah Tsanawiyah, dan satu Sekolah Menengah Atas. Untuk pendidikan secara religious desa Suwa'an memiliki 1 Pondok Pesantren yang terletak di dusun Sumur Nangka dan untuk jumlah lembaga pendidikan umum yang di Desa ini yang mencapai sekitar 8 lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3 lembaga, Madrosah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 2 lembaga, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 2 lembaga dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) sebanyak 1 lembaga.

 
Tempat kepala desa Suwa'an
 
               Masyarakat desa Suwa'an masih memelihara tradisi budaya leluhur seperti bersilaturahmi, menjalin keakraban, dan menjaga perdamaian baik antar tetangga maupun antar dusun. Ada yang spesial dari desa Suwa'an yaitu dekat ataupun jauh jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya tingkat kesolidaritas masyarakat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan jika ada meinggal di satu dusun, masyarakat dusun lain yang jaraknya jauh mereka tetap mengunjungi tetangganya untuk mengikuti tahlil bersama. Antara dusun yang satu dengan yang lainnya masih terdapat hubungan antar saudara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar