Pendidikan dan Pertanian

Pendidikan dan Pertanian

Masyarakat desa suwa'an telah sadar pentingnya pendidikan bagi anak – anak sebagai generasi penerus mereka, hal ini bisa dibuktikan ketika penerimaan siswa baru SD sederajat banyaknya pendaftar. Orang tua tidak ingin generasi penerusnya tidak mengenal aksara seperti orang tuanya. Masyarakat desa suwa'an mayoritas bekerja sebagai petani, tetapi memiliki kepamahan tentang pertanian masih sangatlah minim karena fasilitas yang belum maksimal tersedia. Hal ini membuat hasil pertanian yang dikelola belum maksimal. Bukan hanya terkendala pengairan, tetapi juga sumber daya manusia yang belum maksimal. Desa Suwa'an memiliki potensi penghasil singkong, nangka, dan mangga yang tinggi. 

Akan tetapi hasil jual yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran untuk menjualnya. Contoh, nangka di desa Suwa'an sangat berlimpah, banyaknya nangka bahkan tidak ada harganya di pasar sekitar. Jika dijual, nangka berukuran besar hanya dihargai sekitar Rp. 3.000. Tentu tidak sebanding dengan pengeluaran transportasi untuk ke pasar. Untuk itu, masyarakat punya 3 kebiasaan dalam hal pengelolaan nangka, yang pertama yaitu untuk pakan ternak dan konsumsi pribadai, kedua yaitu dibiarkan mebusuk ditempatnya, dan yang ketiga diberikan ke para tamu yang ingin nangka. Dalam konteks ini desa suwa'an memerlukan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian dan sumber daya manusia.

1 komentar:

  1. Dan tdk luput juga dengan saya pribadi
    Sangat menginginkan dana tersebut untuk kehidupan saya sehati hari
    Contoh kecil seperti rokok yg sering terjadi pada diri saya sendiri
    Saya tidak bermaksud mengemis, cuma meminta saja. Hehehe

    BalasHapus